Kuliah Pendalaman Materi Analisis Wilayah

Sabtu, 10 Maret 2018 Tim Mata Kuliah Analisis Wilayah dan Geografi Pertanian mengadakan Kuliah Pendalaman Materi yang dilaksanakan di "Hospitality Centre" UNP dengan pemateri Ir. Ismon Lenin, M.Si Peneliti Madya Bidang Sumberdaya Lahan Pertanian dan Badan Penelitian dan Pengembangan pertanian Kementrian Pertanian pada Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Sumatera Barat. Kuliah pendalaman materi tersebut dihadiri oleh semua mahasiswa yang mengambil mata kuliah analisis wilayah dan Geografi Pertanian. Kuliah ini membahas tentang "Tata Cara pembuatan Peta Zona Agro Ekologi 1:50.000 dan karakterisitik unit lahan".


   

Penyusunan Peta Agroekology Zone (AEZ) di Indonesia dilakukan terkait dengan kebijakan pembangunan pertanian dengan fokus pada kebijakan pangan strategis dan sentra kawasan menuju kedaulatan pangan serta lumbung padi dunia pada tahun 2045. Penyusunan peta AEZ membutuhkan peta pendukung yaitu peta satuan lahan, peta operasional dan peta kesesuian lahan, Peta AEZ skala 1:250.000 mngelompokkan wilayah atas : ketinggian, regim suhu, regim tanah, fisografi, dan lereng yang kemudian didetilkan menjadi skala 1:50.000 dengan mempertimbangakan sifat karakteristik tanah sebagai persyaratan utama evaluasilahan. kemudian melihat kesamaan dan persaingan komoditas dengan pertimbangan kesesuaian lahan, prioritas unggulan daerah, kelayakan unsur tanah, penggunaan lahan existing dan status kawasan.

Narasumber menjelaskan pentingnya peranan mahasiswa geografi dalam melakukan penyusunan peta perwilayahan komoditas dengan penerapan ilmu dasar yang sudah didapatkan pada tatap muka di kelas yaitu dari penyediaan peta dasar RBI digital skala 1:50.000 sebagai peta dasar, Citra Satelit, Peta Geologi, Data DEM resolusi 30 m, peta tanah tinjau 1:250.000 dari BBSDLP (sebagai back ground dengan mendetilkan unsur - unsur satuan lahan seperti landform, litologi, relief dan elevasi dari tabel legenda peta tersebut), Peta Batas Administrasi Kabupaten, referensi dari BPSberupa kabupaten dan kecamatan dalam angka, Peta lahan sawah dari Kementrian/Dinas Pertanian dan Peta penggunaan lahan dari BPN, serta survey lapangan. Dari data -data tersebut dilakukan analisis satuan lahan dan evaluasi lahan (S1, S2, S3, N ) dengan memperhatikan nilai ekonomis dan prioritas unggulan daerah dan kelayakan usaha tani. data - data tersebut diolah dengan bantuan Geography Information System, sehingga dihasilkan Peta Zone Agroekologi dengan legenda simbol yang terkait dengan karakteristik sub zona, komoditas dan luas setiap sub zona.

Setelah penyampaian materi dilaksanakan, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari beberapa peserta kuliah yang dengan sangat antusias menanyakan dan berdiskusi tentang berbagai kasus yang mereka temui di lapangan. Akhir pertemuan dilakukan penyerahan plakat kenang - kenangan dari Jurusan Geografi FIS UNP, Dengan adanya kuliah pendalaman materi ini diharapkan mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmu dan mendalami secara rinci bagaimana teknis penyusunan peta AEZ.