Hari Masyarakat Adat Internasional 2026: Menghormati Bidan Adat sebagai Penjaga Kehidupan dan Budaya

Berita

9 Agustus 2026 — Dunia kembali memperingati Hari Masyarakat Adat Internasional (International Day of the World’s Indigenous Peoples) yang jatuh setiap tanggal 9 Agustus. Tahun ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengusung tema “Honouring Indigenous Midwives: Safeguarding Life and Well-being” atau “Menghormati Bidan Masyarakat Adat: Menjaga Kehidupan dan Kesejahteraan.” Tema ini menyoroti peran krusial bidan adat dalam melindungi kesehatan ibu dan anak, melestarikan pengetahuan tradisional, serta menjaga keberlanjutan budaya masyarakat adat di seluruh dunia.

Sejarah Hari Masyarakat Adat Internasional

Peringatan Hari Masyarakat Adat Internasional pertama kali ditetapkan oleh Majelis Umum PBB melalui Resolusi 49/214 pada 23 Desember 1994. Tanggal 9 Agustus dipilih untuk mengenang hari pertama pertemuan Kelompok Kerja PBB tentang Populasi Adat (Working Group on Indigenous Populations) yang berlangsung di Jenewa pada tahun 1982. Pertemuan tersebut menjadi tonggak penting dalam perjuangan pengakuan dan perlindungan hak-hak masyarakat adat di tingkat global. Sejak saat itu, peringatan ini dilaksanakan setiap tahun selama Dekade Internasional Masyarakat Adat Sedunia pertama (1995–2004) dan terus berlanjut hingga kini sebagai bagian dari komitmen global untuk meningkatkan kesadaran akan kebutuhan, hak, dan kontribusi masyarakat adat dalam pembangunan berkelanjutan.

Masyarakat Adat di Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara dengan keragaman masyarakat adat yang sangat kaya. Menurut Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), terdapat ratusan komunitas adat yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, masing-masing dengan budaya, bahasa, dan sistem pengetahuan yang unik. Dalam konteks Hari Masyarakat Adat Internasional 2026, Kementerian Kebudayaan RI bersama AMAN dan Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA) telah mengintegrasikan data masyarakat adat sebagai fondasi untuk pengakuan, perlindungan, dan pemajuan hak-hak mereka. Langkah ini menjadi bagian dari upaya konkret pemerintah dalam merespons semangat peringatan global sekaligus memperkuat basis data untuk kebijakan yang lebih inklusif.

Hari Masyarakat Adat Internasional 2026 mengingatkan kita bahwa keberagaman adalah kekuatan. Bidan adat, sebagai simbol penjaga kehidupan dan budaya, mewakili ketangguhan komunitas yang terus bertahan di tengah perubahan zaman. Dengan menghormati dan mendukung mereka, kita turut menjaga masa depan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan bermartabat bagi semua.

Selamat Hari Masyarakat Adat Internasional 2026! Mari bersama-sama melindungi hak, budaya, dan pengetahuan masyarakat adat untuk generasi mendatang. 🌍🤲