Kolaborasi Internasional UNP dan Cologne University: Eksplorasi Geografi dan Mitigasi Bencana di Sumatera Barat

Berita

Padang, Sumatera Barat — 4–8 September 2025. Sebanyak 24 mahasiswa dan 2 dosen dari University of Cologne, Jerman, melakukan kunjungan akademik ke Sumatera Barat dalam rangka program Short-Term Mobility yang berkolaborasi dengan Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Negeri Padang (UNP). Kegiatan ini dipimpin oleh Prof. Boris Braun dan Ajeng Larasati dari Cologne University, serta didampingi oleh empat dosen dari Departemen Geografi UNP: Dr. Triyatno, S.Pd., M.Si.; Annisa Putri, M.Si.; Dr. Helfia Edial, M.T.; dan Dipo Caesario, ST., MT., serta dua mahasiswa, Avrilia Hanifah dan Fahrul Rozi. .

Selama lima hari, peserta mengikuti serangkaian kuliah lapangan dan diskusi ilmiah yang mencakup berbagai tema geografi fisik dan sosial, mulai dari agroindustri kelapa sawit di Nagari Durian Kapeh, morfologi vulkanik di Danau Maninjau, hingga pengamatan tektonik di Danau Singkarak. Kegiatan ini juga mencakup kunjungan ke BMKG Padang Panjang dan lokasi terdampak bencana lahar Merapi 2023 di Nagari Bukik Batabuah, Kabupaten Agam.

Salah satu momen penting adalah penanaman pohon secara simbolis bersama warga lokal sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan pengurangan risiko bencana. Selain itu, peserta juga mengunjungi shelter tsunami di Ulak Karang Padang, melakukan observasi di perkebunan karet Nagari Kapalo Hilalang, dan mengunjungi Pandai Air Manis di Kota Padang sebagai bagian dari edukasi pengelolaan wilayah pesisir.

“Kegiatan ini sangat memperkaya wawasan kami tentang dinamika geografi dan mitigasi bencana di Indonesia. Kolaborasi ini membuka peluang riset bersama di masa depan,” ujar Prof. Boris Braun.

Selain itu, Departemen Geografi Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan kegiatan pengabdian internasional bertajuk “Harnessing Agroforestry for Climate Resilience and Disaster Risk Reduction in Vulnerable Regions” di Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam. Turut hadir pula perwakilan dari masyarakat lokal dan pemerintah nagari, termasuk Wali Nagari Bukik Batabuah, Bapak Adri. Kegiatan dimulai dengan kunjungan ke Kantor Wali Nagari Bukik Batabuah, dilanjutkan dengan penanaman simbolis pohon sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan. Selain itu, tim UNP menyerahkan peta wilayah Nagari sebagai luaran akademik yang mendukung perencanaan tata ruang dan mitigasi bencana.

Salah satu sesi penting adalah kuliah lapangan dan diskusi mengenai bencana lahar Merapi tahun 2023, yang dipandu oleh Dipo Caesario bersama dua mahasiswa UNP. Diskusi ini memberikan wawasan tentang dampak bencana terhadap wilayah pertanian dan strategi adaptasi berbasis agroforestry.

Dalam sesi pengabdian masyarakat, dilakukan pembagian bantuan kepada petani terdampak serta penanaman pohon di lokasi pertanian yang rentan terhadap bencana. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga lokal, yang menyatakan harapan agar kolaborasi semacam ini terus berlanjut untuk memperkuat ketahanan wilayah terhadap perubahan iklim dan risiko bencana.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran tim dari UNP dan University of Cologne. Kegiatan ini tidak hanya membawa ilmu, tapi juga harapan bagi masyarakat kami,” ujar Bapak Adri, Wali Nagari Bukik Batabuah.

Selanjutnya Departemen  Geografi Universitas Negeri Padang (UNP) bersama Institut Geografi University of Cologne, Jerman, melaksanakan kegiatan pengabdian internasional bertajuk “Climate-Smart Agroforestry: A Pathway to Sustainable Land Use and Hazard Mitigation” di Nagari Durian Kapeh Darussalam, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam. Rangkaian kegiatan dimulai dengan kunjungan ke Kantor Wali Nagari, dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolis sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan. Tim UNP juga menyerahkan peta wilayah Nagari sebagai luaran akademik yang mendukung perencanaan dan mitigasi risiko bencana.

Sesi kuliah lapangan dan diskusi dipandu oleh Annisa Putri, Avrilia, dan Fahrul, membahas industri kelapa sawit dan potensi agroforestri di dataran pesisir Sumatera. Diskusi ini menyoroti pentingnya pendekatan berbasis ekosistem dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan degradasi lahan.

Sebagai bagian dari pengabdian masyarakat, dilakukan pembagian bantuan kepada petani lokal serta penanaman pohon di area perkebunan sawit. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat yang berharap kolaborasi semacam ini dapat terus berlanjut.

“Kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Selain ilmu, kami juga mendapat dukungan nyata untuk pertanian kami,” ujar Firdaus, Wali Nagari Durian Kapeh Darussalam.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara akademisi, mahasiswa internasional, dan masyarakat lokal dalam mendorong pemanfaatan lahan yang berkelanjutan dan tangguh terhadap bencana.

Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi budaya di Masjid Raya Sumatera Barat dan Jam Gadang Bukittinggi, serta diskusi tentang kearifan lokal Minangkabau dalam menghadapi bencana. Program ini tidak hanya mempererat hubungan akademik internasional, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat lokal melalui edukasi dan aksi lingkungan.