Dari Data Spasial ke Dunia Pembangunan Daerah

Berita

Mahasiswa Geografi FIS UNP Selesaikan Magang di Bappeda

Mahasiswa Jurusan Geografi, Departemen Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang kembali melaksanakan kegiatan magang sebagai bentuk penguatan kompetensi akademik dan pengalaman kerja lapangan. Salah satu mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Habib Fatur Rahman, mahasiswa angkatan 2022 dengan NIM 22136017. Melalui program magang ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memahami secara langsung proses perencanaan pembangunan daerah serta penerapan ilmu geografi dalam dunia kerja.

Habib Fatur Rahman melaksanakan kegiatan magang di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah pada Divisi Kepala Badan di bawah bimbingan Hermansyah, S.Sos selaku supervisor magang. Kegiatan magang berlangsung mulai tanggal 30 Juni 2025 hingga 22 Agustus 2025. Selama pelaksanaan magang, mahasiswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pengolahan data wilayah, perencanaan pembangunan, serta pemanfaatan teknologi geospasial untuk mendukung analisis pembangunan daerah.

Berbagai keterampilan teknis dan non-teknis berhasil diperoleh selama kegiatan magang. Pada keterampilan teknis, mahasiswa belajar menggunakan aplikasi seperti ArcGIS, QGIS, dan Google Earth untuk memetakan potensi wilayah, infrastruktur, serta tata ruang daerah. Selain itu, mahasiswa juga memperoleh keterampilan non-teknis seperti disiplin dalam bekerja, datang tepat waktu, mematuhi tata tertib instansi, serta menunjukkan sikap tanggung jawab, sopan santun, dan kejujuran selama menjalankan tugas. Pengalaman tersebut membantu mahasiswa memahami pentingnya profesionalisme dalam lingkungan kerja pemerintahan.

Selama magang, mahasiswa juga memperoleh banyak pengetahuan baru mengenai proses perencanaan pembangunan daerah, mulai dari tahap perumusan rencana, penyusunan dokumen seperti RKPD, RPJMD, dan Renstra, hingga tahap evaluasi dan pelaporan. Selain itu, mahasiswa memahami peran koordinatif Bappeda dalam menghubungkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mewujudkan tujuan pembangunan daerah. Mahasiswa juga mempelajari karakteristik wilayah dari aspek fisik maupun sosial ekonomi, seperti topografi, jaringan jalan, tata ruang, sektor unggulan, potensi pariwisata, hingga sumber daya manusia. Pengetahuan tersebut membantu mahasiswa memahami keterkaitan antara kondisi geografis dan arah kebijakan pembangunan. Ke depan, mahasiswa berharap pemanfaatan teknologi informasi dan digitalisasi perencanaan pembangunan, khususnya melalui Sistem Informasi Geospasial (SIG) dan basis data terintegrasi, dapat terus dikembangkan guna mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti yang lebih akurat dan efisien.

Kesan dan Pesan Mahasiswa
“Magang di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah memberikan saya banyak pengalaman baru dalam memahami proses perencanaan pembangunan daerah serta penggunaan teknologi geospasial seperti ArcGIS dan QGIS. Pengalaman ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan kemampuan saya di dunia kerja.” — Habib Fatur Rahman.