Departemen Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang kembali melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Fisik Sosial dan Pemetaan Tahun 2026 di Nagari Kayu Tanam, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Kegiatan yang berlangsung pada 14–17 Mei 2026 ini diikuti oleh 353 mahasiswa Program Studi Geografi dan Pendidikan Geografi angkatan 2023 dan 2024 sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis lapangan sekaligus penguatan kompetensi akademik mahasiswa di bidang geografi.
Kegiatan KKL diawali dengan pelepasan dan pembukaan resmi yang dilaksanakan di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial UNP. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pimpinan universitas dan pemerintah daerah, di antaranya Asisten I Bidang Kesra Setda Provinsi Sumatera Barat Ahmad Zakri, Wakil Rektor I UNP Dr. Refnaldi, Dekan FIS Afriva Khaidir, Wakil Dekan I FIS Dr. Hasrul, M.Si dan Wakil Dekan II FIS Dr. Ir. Arie Yulfa, Camat 2×11 Kayu Tanam Junaidi Syah, serta unsur dosen dan panitia pelaksana kegiatan. Pelepasan mahasiswa menjadi penanda dimulainya rangkaian penelitian dan observasi lapangan yang dilaksanakan secara langsung di tengah masyarakat.
Mengusung tagline “Biarpun Bumi Berotasi, Geografi Tetap Pada Esensi”, kegiatan KKL tahun ini berfokus pada kajian kebencanaan banjir melalui pendekatan fisik dan sosial. Tagline tersebut menjadi representasi semangat mahasiswa geografi untuk tetap memahami hubungan antara manusia, ruang, dan lingkungan melalui pendekatan keilmuan geografi yang aplikatif dan berbasis data lapangan.
Ketua Departemen Geografi UNP, Dr. Febriandi, menjelaskan bahwa kegiatan Kuliah Kerja Lapangan merupakan bagian dari amanat kurikulum yang bertujuan menyinergikan teori pembelajaran di ruang kuliah dengan praktik langsung di lapangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dibekali kemampuan teknis observasi, pemetaan, pengumpulan data, hingga analisis kewilayahan sebagai bentuk penguatan kompetensi akademik dan profesional.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa dibagi ke dalam kelompok fisik dan kelompok sosial sesuai fokus kajian masing-masing. Kelompok fisik melakukan penelitian terkait kondisi lingkungan dan karakteristik fisik wilayah, meliputi pemetaan sebaran sumber daya air permukaan dan bawah tanah, analisis perubahan tutupan lahan terhadap risiko banjir, pemetaan curah hujan dan pola hidrometeorologi wilayah, identifikasi kawasan rawan banjir, hingga analisis ketersediaan air untuk kebutuhan irigasi sawah masyarakat setempat.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melakukan observasi langsung, pengukuran lapangan, interpretasi kondisi wilayah, serta dokumentasi berbasis spasial untuk menghasilkan data yang dapat digunakan dalam analisis geografis secara ilmiah. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami hubungan antara kondisi fisik lingkungan dengan potensi terjadinya bencana banjir di suatu wilayah.
Sementara itu, kelompok sosial melakukan kajian terhadap berbagai aspek sosial masyarakat yang berkaitan dengan kebencanaan dan pengelolaan lingkungan. Fokus penelitian meliputi kerentanan sosial masyarakat terhadap banjir, persepsi dan kearifan lokal terhadap sumber daya air, aksesibilitas jalur evakuasi dan lokasi aman, kesiapsiagaan sekolah dalam mitigasi bencana, pola adaptasi masyarakat terhadap ancaman banjir, hingga dampak ekonomi banjir terhadap mata pencaharian dan usaha lokal masyarakat.
Mahasiswa juga melakukan wawancara dan diskusi langsung bersama masyarakat, tokoh adat, perangkat nagari, dan pihak sekolah untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai kondisi sosial masyarakat setempat. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memahami pola adaptasi masyarakat terhadap lingkungan sekaligus menyusun strategi mitigasi berbasis sosial dan kearifan lokal.
Ketua Pelaksana KKL, James Israk Mikraj Yuandanto Chane, menyampaikan bahwa data yang diperoleh mahasiswa selama kegiatan lapangan nantinya akan diolah menjadi berbagai luaran ilmiah, seperti jurnal penelitian dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), yang dapat mendukung pengembangan akademik serta peningkatan kualitas dan akreditasi jurusan.
Pelaksanaan KKL juga mendapat sambutan positif dari pemerintah Kecamatan 2×11 Kayu Tanam. Pemerintah daerah menilai kegiatan ini mampu menjadi sarana kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam memahami berbagai potensi wilayah serta persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat setempat.
Melalui kegiatan KKL Fisik Sosial dan Pemetaan 2026 ini, Departemen Geografi FIS UNP berharap mahasiswa mampu meningkatkan kemampuan observasi, penelitian, analisis spasial, pemetaan, serta kemampuan komunikasi sosial secara langsung di lapangan. Selain menjadi sarana pembelajaran akademik, kegiatan ini juga diharapkan mampu membentuk mahasiswa






