Payakumbuh, 30 Juni 2026 – Mahasiswa Geografi Angkatan 2025 Universitas Negeri Padang (UNP) mengikuti kegiatan ekskursi atau kuliah lapangan mata kuliah Geologi Umum dan Kimia Dasar pada Selasa (30/6/2026). Kegiatan yang berlangsung sehari penuh ini mengambil lokasi pengamatan di sejumlah titik geologi penting di kawasan Payakumbuh dan Lembah Harau sebagai upaya memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap materi yang telah dipelajari di ruang kuliah.
Kegiatan kuliah lapangan tersebut didampingi oleh sejumlah dosen dan instruktur, yaitu Pak Dipo Caesario, M.Pd., Pak Helfia Ideal, Pak Deded Chandra, Pak Bigharta Bekti, serta Kak Rahmi. Kehadiran para dosen dan pendamping lapangan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung melalui pengamatan fenomena geologi dan lingkungan alam di lapangan.
Sejak pukul 06.00 WIB, peserta telah berkumpul untuk mengikuti briefing, absensi, doa bersama, serta pengecekan perlengkapan sebelum keberangkatan. Rombongan kemudian berangkat dari Padang menuju lokasi pengamatan pertama di kawasan Jembatan Padang Tarok, yang menjadi titik awal observasi lapangan.
Pada lokasi pertama, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai kondisi geologi wilayah, karakteristik bentang alam, serta proses-proses geologi yang membentuk lanskap daerah tersebut. Setelah sesi pemaparan materi oleh dosen, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan dokumentasi lapangan.
Perjalanan kemudian berlanjut menuju lokasi kedua di kawasan kaki Bukit Palano Hill. Di lokasi ini mahasiswa kembali melakukan pengamatan langsung terhadap singkapan batuan dan kondisi geomorfologi yang terdapat di lapangan. Melalui kegiatan observasi tersebut, mahasiswa diajak untuk mengidentifikasi berbagai proses geologi yang telah membentuk wilayah Payakumbuh dan sekitarnya.
Lokasi ketiga berada di kawasan Sarasah Bunta Waterfall, salah satu destinasi alam yang memiliki nilai geologi dan lingkungan yang tinggi. Selain mempelajari aspek geologi, mahasiswa juga memperoleh pemahaman mengenai keterkaitan antara kondisi batuan, aliran air, serta proses pelapukan yang berperan dalam pembentukan bentang alam air terjun.
Setelah istirahat, salat, dan makan siang, kegiatan dilanjutkan ke lokasi keempat, yaitu tebing belakang Sarasah Mutiara Homestay Syariah. Pada sesi ini dosen memberikan penjelasan lanjutan mengenai struktur batuan, proses pembentukan tebing, serta berbagai fenomena geologi yang dapat diamati secara langsung di kawasan Lembah Harau.
Menurut Dipo Caesario, kegiatan kuliah lapangan merupakan bagian penting dalam pembelajaran geografi karena memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa untuk menghubungkan teori dengan kondisi lapangan.
“Melalui ekskursi ini mahasiswa tidak hanya memahami konsep geologi dan kimia secara teoritis, tetapi juga dapat melihat langsung bagaimana proses-proses alam bekerja dan membentuk bentang alam yang ada saat ini,” ujarnya.
Selain meningkatkan pemahaman akademik, kegiatan ini juga melatih kemampuan observasi, kerja sama kelompok, pengumpulan data lapangan, serta keterampilan analisis yang sangat dibutuhkan dalam studi geografi.
Setelah seluruh rangkaian observasi selesai, peserta mengikuti sesi evaluasi, diskusi penutup, dan foto bersama. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kota Bukittinggi untuk beristirahat dan menikmati waktu bebas sebelum akhirnya kembali ke Padang pada malam hari.
Kegiatan ekskursi Geologi Umum dan Kimia Dasar ini diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa Geografi Angkatan 2025 serta meningkatkan kemampuan mereka dalam memahami fenomena kebumian secara langsung. Melalui pembelajaran lapangan seperti ini, mahasiswa diharapkan semakin siap menghadapi berbagai kajian geografi dan geosains yang lebih kompleks pada jenjang perkuliahan berikutnya.


