Prof. Iswandi Semakin Eksis Dorong Penguatan Kajian Lingkungan di Padang

Berita

PADANG, HALUAN — Eksistensi pakar lingkungan dari Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. Iswandi Umar, M.Si., semakin menonjol dalam berbagai isu lingkungan yang melanda Kota Padang dalam beberapa tahun terakhir. Dengan keahliannya di bidang geologi lingkungan dan tata ruang, Prof. Iswandi kerap menjadi rujukan pemerintah daerah, lembaga penelitian, hingga komunitas masyarakat dalam memahami dinamika perubahan lingkungan yang terjadi di Sumatera Barat, khususnya Kota Padang.

Dalam beberapa agenda ilmiah dan diskusi publik, Prof. Iswandi menegaskan bahwa perubahan ekstrem pada curah hujan, alih fungsi lahan, dan degradasi daerah aliran sungai (DAS) merupakan faktor utama yang memperberat risiko bencana hidrometeorologi di Padang. Ia juga menyoroti dampak lanjutan berupa potensi krisis air bersih dan terganggunya ketahanan lingkungan permukiman.

“Kerusakan DAS dan pergeseran struktur geomorfologi akibat banjir bandang tidak hanya mengguncang ekosistem, tetapi juga mempengaruhi ketersediaan air bersih di wilayah perkotaan,” ujarnya dalam sebuah diskusi yang digelar awal Januari.

Prof. Iswandi juga aktif mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat kajian geospasial, khususnya dalam penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) baru Kota Padang. Menurutnya, penataan ruang yang sensitif terhadap kondisi geologi dan risiko bencana menjadi kunci untuk menekan kerugian akibat bencana yang berulang tiap tahun.

Ia menekankan pentingnya:

  • Pemulihan vegetasi dan konservasi lahan kritis,
  • Pengendalian pembangunan di kawasan rawan longsor dan banjir,
  • Monitoring perubahan aliran sungai pascabencana,
  • serta kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk kajian ilmiah berkelanjutan.

Selain aktif dalam penelitian, Prof. Iswandi juga banyak turun ke lapangan, memberikan pendampingan kepada masyarakat di bantaran sungai dan daerah rawan banjir. Langkah ini diapresiasi berbagai pihak karena dianggap membantu memperkuat literasi kebencanaan di tingkat akar rumput.

Dengan konsistensi dan pengaruhnya yang semakin kuat, kehadiran Prof. Iswandi dinilai berperan penting dalam membangun kesadaran dan pemahaman publik terkait persoalan lingkungan di Padang yang terus berkembang.